Pengalaman saya pribadi, cukup sulit menjadi pribadi yang istiqamah membaca Al-Qur'an. Kadang saya bisa istiqamah selama seminggu. Namun, karena berbagai alasan—seperti ada agenda mendadak, badan terasa lelah, atau kesibukan lainnya—akhirnya saya tidak bisa membaca Al-Qur'an setiap hari. Selalu saja ada beberapa hari yang bolong.
Sebenarnya, cara pandang kita terhadap Al-Qur'an perlu diubah. Jadikan Al-Qur'an sebagai kebutuhan dan sesuatu yang normal dalam kehidupan, sebagaimana kebutuhan kita terhadap makan dan minum. Tanpa ada yang memerintah pun, kita pasti makan dan minum karena memang itu kebutuhan.
Bayangkan jika hubungan kita dengan Al-Qur'an adalah hubungan yang saling membutuhkan. Tentu kita akan sangat akrab dengan Al-Qur'an. Lalu, bagaimana agar Al-Qur'an benar-benar menjadi kebutuhan?
Ketika Al-Qur'an diturunkan kepada Nabi Muhammad ﷺ, Al-Qur'an menjadi pelipur lara bagi beliau. Mungkin karena itulah beliau memiliki kedekatan yang luar biasa dengan Al-Qur'an, di samping memang wahyu itu turun langsung kepada beliau. Dari sini kita belajar bahwa Al-Qur'an bukan sekadar bacaan, tetapi juga tempat mencari ketenangan dan kekuatan.
Teori pembiasaan juga bisa kita terapkan. Usahakan membaca Al-Qur'an setiap hari, meskipun hanya tiga baris. Yang terpenting adalah istiqamah. Biasakan pula memperdengarkan lantunan Al-Qur'an setiap pagi di ruang tamu agar seluruh anggota keluarga dapat mendengarnya. Putarlah juga ketika sedang di perjalanan di dalam mobil. Kebiasaan-kebiasaan sederhana seperti ini akan membuat kita semakin dekat dengan Al-Qur'an.
Kalau Al-Qur'an sudah menjadi bagian dari hidup kita, kita akan merasa ada yang hilang ketika tidak membacanya atau tidak mendengarkannya. Al-Qur'an akan menjadi sesuatu yang normal dalam kehidupan kita. Sebaliknya, jauh dari Al-Qur'an justru akan terasa tidak normal.
Semoga tulisan yang singkat ini menjadi pengingat bagi kita semua untuk terus berusaha mendekat kepada Al-Qur'an. Mari kita tutup dengan sabda Rasulullah ﷺ yang artinya:
"Bacalah Al-Qur'an, karena pada hari kiamat ia akan datang sebagai pemberi syafaat bagi orang yang membacanya."
No comments:
Post a Comment